“ MANASIK HAJI MEMBANGUN SEMANGAT BERHAJI SEJAK DINI”
PADANG_ ( 16 Mei 2026) _ Lembaga Pendidikan anak usia dini TK Sabbihisma .Sukses menyelenggrakan kegiatan rutin tahunan simulasi manasik haji bagi peserta didiknya. Kegiatan ini diselenggrakan di Gedung pertemuan serbaguna BujanEmmaNasan yang berada di JL. Anak Air No. 60, RT.03/ RW.08, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh santri TK Sabbihisma 1-7, Minusnya yaitu TK Sabbihisma 8 cabang Batu Sangkar yang sudah terlebih dahulu melaksanakan manasik haji sendiri karena jarak yang jauh sehingga dapat membuat anak Lelah selama dalam perjalanan.
Simulasi Manasik Haji ini berlangsung secara khidmat mengenalkan rukun islam ke 5 secara kontekstual dan aplikatif kepada anak-anak. ” Labbaika-llahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak”
Pada saat itu, gedung megah disulap menjadi replika tanah suci mendadak magis. Sebanyak ratusan santri cilik dari tk sabbihisma 1-7 berkumpul dalam satu hamparan replika. Mereka tidak sedang bermain, mereka sedang menjemput rindu pada Baitullah lewat peragaan manasik haji.

Konsultan dan supervisor perguruan Sabbihisma & Kepala Kepegawaian Humas Dr. Hj. Zulherma , M.Pd mengungkapkan bahwa belajar dan melakukan menjadi fondasi utama dalam kegiatan ini. ” kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal teori, tetapi merasakan langsung pengalaman fisik dan spritual dari setiap prosesi,.Ini adalah ikhtiar kita bersama, dalam membangun fondasi karakter yang kokoh di era transformasi pendidikan saat ini ” ujarnya saat memberikan kata sambutan.
Prosesi manasik berjalan dengan sangat detail dan tertib, mengacu pada urutan ibadah haji yang sesungguhnya. Dimulai dari prosesi bermalam dimina sampai prosesi jabal Qurban. Pada prosesi Sa’i tampak langkah-langkah kecil diantara pilar yang menandai bukit safa dan marwah. Kelelahan mulai tampak diwajah-wajah mungil, namun tak satupun dari mereka yang menyerah. Semangat siti hajar dalam mencari air untuk nabi Ismail as. Seolah terduplikasi dalam energi mereka yang tidak ada habis-habisnya. Pada prosesi melempar jumrah dengan tangan kanan yang diangkat tinggi-tinggi , mereka melontarkan kerikil tersebut ke tiga pilar jumrah (ula, Wustha, Aqabah) sebagai simbol perlawanan terhadap bisikan keburukan.

” Kami ingin ibadah haji ini tidak hanya menjadi cerita di buku teks atau hafalan visual belaka. Kami ingin mereka merasakannya. Saat kaki mereka menyentuh bumi, saat tangan mereka menengadah, ada getaran spiritual yang masuk ke dalam memori masa kecil mereka,” ujar ustadzah Risi Febri Safifa, S.Pd selaku Kepala Sekolah TK Sabbihisma 7 dengan mata berkaca-kaca, menyaksikan replika saf demi saf yang terbentuk rapi.
Di balik barisan pembatas, orang tua Santri berdiri terpukau. Camera di tangan mereka tak berhenti mengabadikan momen, Melihat putra-putri mereka yang biasanya manja dan gemar bermain, hari itu tegak berdiri, disiplin, dan melantunkan doa-doa dan surat dengan fasih.
“Melihat anak saya memakai kain ihram dan melafalkan Talbiyah dengan lantang, rasanya dada ini sesak oleh haru. Seolah-olah saya melihat mereka benar-benar sedang berada di Mekkah. Terima kasih TK Sabbihisma yang telah memfasilitasi pengalaman batin yang luar biasa ini untuk anak-anak kami,” ungkap salah satu wali murid dari TK Sabbihisma 3 dengan nada bergetar.

Ketika matahari mulai meninggi dan seluruh rangkaian manasik ditutup dengan prosesi Jabal Qurban, senyum puas terpancar dari wajah-wajah polos santri. Mereka pulang tidak hanya membawa cerita tentang Kakbah buatan atau kerikil untuk mainan, tetapi mereka pulang dengan jangkar iman yang tertanam sedikit lebih dalam di hati mereka.
Sabbihisma hari ini telah berhasil mengetuk pintu langit melalui kepolosan doa anak-anak. Kelak, beberapa puluh tahun dari sekarang, kaki-kaki kecil yang hari ini menginjak lapangan manasik ini, insya Allah akan menjadi kaki-kaki kokoh yang bersujud langsung di depan Baitullah yang sesungguhnya.

( Risi Febri safifa, S.Pd)
Alhamdulillah, Jurnalis Website SIEMA, telah menorehkan karya tulisnya terkait agenda rutin TK Sabbihisma, yaitu manasik haji.
Semoga ini menjadi momentum bagi Website SIEMA. Platform ini turut memudahkan ruang sosialisasi bagi kinerja internal untuk tersebar seantero Sumatera Barat, Indonesia bahksn menglobal.
Terimakasih.
alhamdulillah. aamiin terimakasih kembali ustadzah ema.